Mereka yang datang dan yang pergi dalam pergerakan dakwah
Catatan akhir pekan oleh: Fauzil Hasdi (Ketua Umum LDK UMRI)
"Inna lihadzihid da'wati rabban yahmiiha"
"Da'wah adalah milik Allah, dan Allah-lah yang menjadi penjaganya."
Restrukturisasi dan restrukturisasi terjadi dalam waktu singkat belakangan ini dalam perjalanan da'wah LDK UMRI. Tentu bukan hal yang disengaja hal ini dilakukan, akan tetapi dikarenakan keterpaksaan. Kader yang datang dan pergi silih berganti, tak nampak lagi dalam kegiatan dengan berbagai alasan. namun Alhamdulillah selalu ada kader baru yang muncul satu persatu menggantikan yang lama. Keseimbangan secara kualitas kegiatan memang goyah, namun secara kuantitas masa yang akan diolah menjadi kuantitas masa yang berkualitas justru mengalami peningkatan. Ujian demi ujian silih berganti hadir agar LDK UMRI dapat belajar banyak di awal-awal pembentukannya sehingga kedepannya dapat menjadi lembaga yang kuat dan kokoh.
Allah ta'ala menjanjikan kemenangan bagi umat islam di kemudian hari, dan janji Allah akan tetap terlaksana meskipun kita yang saat ini berada di jalur dakwah memilih mundur. Pilihan kita justru apakah kita memilih untuk berkontribusi sehingga termasuk golongan yang akan menang di jalan Allah ataukah menjadi penonton atau bahkan musuh yang sudah pasti akan dikalahkan.
Pada kasus lainnya ada kader yang menyeberang pada pergerakan islam lainnya, hal ini sesungguhnya tidak menjadi masalah dalam dakwah islam, bahkan ia tidak perlu keluar dalam LDK UMRI jika ia tidak terlalu berfaham ashobiah. Karena yang didakwahkan adalah sama yaitu islam yang lurus dan sesuai ajaran Rasulullah saw. Faham ashobiah atau paham yang mengelompok dalam satu pergerakan saja akan menghasilkan kelompok yang eksklusif dan fanatik pada kelompoknya, sehingga cenderung berusaha menjatuhkan dan menjelek-jelekkan kelompok lain. Hal ini jelas sangat merugikan dakwah islam, karena akan menggerogoti islam dari dalam. Sekalipun ajaran itu paling benar menurut yang bersangkutan, namun konsekuensinya akan memecah-belah umat. Hal yang lebih baik adalah dengan tetap bersatu dan intensif mendiskusikan faham masing-masing tanpa ada suasana debat dan justru saling mencari kesamaan faham. Sehingga persatuan umat tetap terjaga dan kekuatan islam menjadi semakin besar.
LDK UMRI adalah salah satu ikhtiar kami dan membuktikan syahadat kami sebagai umat Rasulullah saw. Hidup atau matinya LDK UMRI di kemudian hari, dakwah islam akan terus berlanjut menuju kemenangan, dan ikhtiar kami insyaAllah akan tetap dinilai oleh Allah ta'ala. Namun eksistensi LDK UMRI akan terus kami perjuangkan dengan sekuat tenaga agar hadir lebih banyak penduduk kampus kami tercinta dalam golongan pendakwah islam yang mulia.
Wallahu 'alam bishawab


0 comments: