Sejarah Berdirinya LDK UMRI
Tepat pada tanggal 5 Juni 2008, cita-cita Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Riau untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) akhirnya
terwujud berdasarkan SK Mendiknas RI No. 94/D/O/2008 yang merupakan
universitas Muhammadiyah ke-39 di Indonesia. Pada masa awal berjalannya Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini tidak langsung diramaikan oleh kegiatan keorganisasian Mahasiswa, oleh karena itu IMM DPD Riau-lah yang mengisi posisi sebagai "BEM" di UMRI sampai terbentuknya BEM UMRI yang definitif. Melalui IMM inilah salah satu dosen dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) mulai merintis pengajian bagi para Mahasiswi Muslimah.
Seiring berjalannya waktu, pengajian kemuslimahan inipun akhirnya harus menemui "batasnya" dikarenakan sang dosen perintis mengambil cuti hamil dan kemudian dilanjutkan cuti untuk melanjutkan studi ke Universitas Gajah Mada (UGM).
Berselang dua tahun kemudian (2010) UMRI menerima mahasiswa-mahasiswa mantan aktivis dakwah sekolah (Rohis) yang kelak menjadi pelopor berdirinya LDK UMRI. Perjuangan dimulai ketika mereka mulai menginjak semester 3. Adalah Fauzil Hasdi dan Baharuddin Lubis yang menjadi pelopor utama dengan tanpa mengecilkan peran bantuan dari Lina Purwanti, Julita, Fiona, Kartika, Yuyu Zakiah, Laili, Mas Sigit Priyono dan Mohammad Naser.
Di kampus I UMRI, Fauzil Hasdi memulai perjuangan saat dipercaya Kartika Nadym Fatwa (kala itu menjabat sebagai wakil Gubernur Fasilkom) menjadi Ketua Bidang Keagamaan BEM Fakultas Ilmu Komputer (BEM Fasilkom), Sementara itu di Kampus II UMRI Baharuddin Lubis memulai perjuangani dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan kesehatan (FMIPA-KES), gagal menjadi Gubernur Fakultas tak lantas membuat Baharuddin Lubis patah arang. Pada pemilihan raya (Pemira) Presiden UMRI masa pengabdian 2012-2013 Baharuddin Lubis kembali mencalonkan diri. kebetulan pada saat itu Fauzil Hasdi dipercaya untuk menjadi Ketua Panitia Pemilihan Raya Mahasiswa (PPRM) 2012. Di sinilah awal pertemuan kedua perintis ini, merekapun mulai menyatukan visi dan saling memperkuat langkah. selain itu mereka juga menggandeng Lembaga studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) untuk memulai kegiatan dakwah.
Banyak proses jatuh bangun yang dilalui selama merintis pengajian ini, dari mulai membuat pengajian gabungan yang jarang dihadiri mahasiswa sampai ustad yang pulang karena pengajiannya tidak dihadiri. Fauzil dan Bahar juga bergantian memegang posisi sebagai mentri agama BEM Universitas Muhammadiyah Riau dalam satu periode pemerintahan Presiden yang sama
baru pada awal 2013 para perintis memberanikan diri untuk langsung mendirikan Lembaga Dakwah kampus yang pada awalnya bernama FKIM (Forum Kajian Islam dan keMuhammadiyahan) dengan logo:
Pada perkembangannya, saat proses pelegalan, nama dan logo FKIM dirubah menjadi Lembaga Dakwah Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (LDK-UMRI) tanpa nama tambahan, dengan logo:
demikian sejarah singkat LDK UMRI, tidak terlalu istimewa memang. namun insyaAllah akan menjadi cerita yang indah kelak di syurga.. Aamiin
Fastabiqul khairat!
Seiring berjalannya waktu, pengajian kemuslimahan inipun akhirnya harus menemui "batasnya" dikarenakan sang dosen perintis mengambil cuti hamil dan kemudian dilanjutkan cuti untuk melanjutkan studi ke Universitas Gajah Mada (UGM).
Berselang dua tahun kemudian (2010) UMRI menerima mahasiswa-mahasiswa mantan aktivis dakwah sekolah (Rohis) yang kelak menjadi pelopor berdirinya LDK UMRI. Perjuangan dimulai ketika mereka mulai menginjak semester 3. Adalah Fauzil Hasdi dan Baharuddin Lubis yang menjadi pelopor utama dengan tanpa mengecilkan peran bantuan dari Lina Purwanti, Julita, Fiona, Kartika, Yuyu Zakiah, Laili, Mas Sigit Priyono dan Mohammad Naser.
Di kampus I UMRI, Fauzil Hasdi memulai perjuangan saat dipercaya Kartika Nadym Fatwa (kala itu menjabat sebagai wakil Gubernur Fasilkom) menjadi Ketua Bidang Keagamaan BEM Fakultas Ilmu Komputer (BEM Fasilkom), Sementara itu di Kampus II UMRI Baharuddin Lubis memulai perjuangani dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan kesehatan (FMIPA-KES), gagal menjadi Gubernur Fakultas tak lantas membuat Baharuddin Lubis patah arang. Pada pemilihan raya (Pemira) Presiden UMRI masa pengabdian 2012-2013 Baharuddin Lubis kembali mencalonkan diri. kebetulan pada saat itu Fauzil Hasdi dipercaya untuk menjadi Ketua Panitia Pemilihan Raya Mahasiswa (PPRM) 2012. Di sinilah awal pertemuan kedua perintis ini, merekapun mulai menyatukan visi dan saling memperkuat langkah. selain itu mereka juga menggandeng Lembaga studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) untuk memulai kegiatan dakwah.
Banyak proses jatuh bangun yang dilalui selama merintis pengajian ini, dari mulai membuat pengajian gabungan yang jarang dihadiri mahasiswa sampai ustad yang pulang karena pengajiannya tidak dihadiri. Fauzil dan Bahar juga bergantian memegang posisi sebagai mentri agama BEM Universitas Muhammadiyah Riau dalam satu periode pemerintahan Presiden yang sama
baru pada awal 2013 para perintis memberanikan diri untuk langsung mendirikan Lembaga Dakwah kampus yang pada awalnya bernama FKIM (Forum Kajian Islam dan keMuhammadiyahan) dengan logo:
![]() |
| logo dan nama awal LDK UMRI |
Pada perkembangannya, saat proses pelegalan, nama dan logo FKIM dirubah menjadi Lembaga Dakwah Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (LDK-UMRI) tanpa nama tambahan, dengan logo:
demikian sejarah singkat LDK UMRI, tidak terlalu istimewa memang. namun insyaAllah akan menjadi cerita yang indah kelak di syurga.. Aamiin
Fastabiqul khairat!




0 comments: